Selasa, 26 Mei 2009

KONSEP DAN PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS BAGI GURU PENELITI MODEL PERENCANAAN PEMBELAJARAN SAINS BERBASIS KEPULAUAN

Oleh
Sundari, &
Abdu Mas'ud

A. Pendahuluan
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan sarana untuk meningkatkan kinerja guru termasuk dosen, terutama untuk mengembangkan profesinya melalui peningkatan proses dan hasil belajar. Selain itu PTK juga dapat digunakan untuk meningkatkan kerjasana (kolaborasi) antar guru satu matapelajaran ataupun kemitraan guru dengan dosen LPTK. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dapat dilaksanakan oleh setiap guru maupun dosen yang mau berfikir dan berkreasi setalah mengetahui apa, mengapa dan bagaimana melaksanakan PTK.
Penelitian Tindakan Kelas (PTK ) memiliki potensi yang sangat besar dalam upaya implementasi kurikulum KBK dan KTSP dan perubahan paradigma pendidikan. Melalui PTK guru dapat mengenal model/strategi pembelajaran yang baru dan ditawarkan, melalui PTK pula guru dapat menguji dan mengevaluasi perlunya penerapan model/strategi pembelajaran tersebut. Terjadinya peningkatan proses dan hasil belajar melalui PTK apabila PTK dilaksanakan dengan baik dan benar oleh guru.
Dalam makalah ini membahas bagaimana mengimplementasikan PTK untuk meningkatkan kualitas pembelajaran guru Sains di Maluku Utara dalam rangka penelitian Perencanaan Model Pembelajaran Sains Berbasis Kepulauan.

B. Bagaimana Memahami PTK…..?
Fenomena yang terjadi selama ini penelitian untuk kependidikan lebih banyak didominasi oleh penelitian formal. Kelemahan penelitian formal adalah banyak fenomena pendidikan terutama untuk pengajaran dikelas tidak dapat dijelaskan untuk pendekatan tersebut. Salah satu jalan keluar yang dipilih yang dipilih oleh para ahli pendidikan untuk mengatasi hal-hal tersebut ialah dengan model pendekatan kualitatif yang lebih akomodatif untuk pengajaran di kelas.
Salah satu tipe penelitian kualitatif dibidang pendidikan ialah penelitian Tindakan. Esensi penelitian tindakan terletak pada adanya tindakan dalam situasi alami untuk memecahkan permasalahan praktis pengajaran. PTK berangkat dari persoalan-persoalan praktis yang dihadapi guru dikelas Hasil penelitiannya dapat dimanfaatkan secara langsung untuk kepentingan peningkatan kualitas kegiatan belajar mengajar di kelas atau untuk peningkatan kualitas pembelajaran. Pada dasarnya PTK dimaksudkan untuk meningkatkan profesionalisme guru.
Prosedur pelaksanaan PTK dapat dimulai dengan analisis situasi, perencanaan tinadakan, pelaksanaan tindakan, perefleksian dan evaluasi terhadap dampak tindakan. Prosedur ini dapat diulang-ulang sampai didapatkan hasil yang sesuai dengan kualitas yang diharapkan. PTK mempunyai cirri khas yang dapat membedakan dengan jenis penelitian lainnya. Ciri khas PTK adalah Sebagai berikut:
1.Masalah yang diteliti berupa masalah praktik pembelajaran sehari-hari di kelas yang dihadapi guru, termasuk disini bagaimana membelajarkan siswa dengan pendekatan/mosel/strategi pengajaran yang baru
2.Diperlukannya tindakan –tindakan tertentu untuk memecahkan masalah pendidikan dalam rangka perbaikan mutu
3.PPPeneliti bias sebagi perancang, pelaksanamaupun pengamat dalam PTK
4.Terdapat perbedaan keadaan sebelum dan sesudah PTK
C. Manfaat PTK
1. Untuk diri sendiri (Guru/peneliti) : dapat digunakan untuk memperbaiki praktik-praktik pembelajaran agar lebih baik dan efektif, serta untuk menyelesaikan masalah-masalah praktis pembelajaran
2. Untuk Sejawat: dapat digunakan untuk meningkatkan kerjasama(kolaborasi antar guru/peneliti)
3. Untuk Profesi: dapat digunakan untuk peningkatan profesionalime kerja
4. Untuk Publikasi ilmiah

D. Bagaimana Melaksanakan PTK.....?
Dalam makalah ini secara ringkas digambarkan empat hal bagaimana melakukan PTK, Beberapa hal tersebut antara lain:
1.Perumusan masalah PTK
Seperti halnya penelitian formal yang lain langkah awal dalam melaksanakan PTK adalah perumusan masalah penelitian. Masalah penelitian yang layak untuk di PTK kan adalah masalah praktis pembelajaran dikelas, seperti:
Bagaimana penggunaan strategi pembelajaran yang bervariasi?
Bagaimana meningkatkan motivasi siswa dalam pembelajaran dikelas?
Bagaimana melakukan model pembelajatran kooperatif?
Bagaimana melakukan pembelajaran kontekstual?
Bagaimana memanfaatkan alat peraga dalam pembelajaran?
Bagaimana peningkatan konsep diri pada siswa?
Bagaimana model pembelajaran berbasis kepulauan??????
2.Hipotesis Tindakan
Dalam melaksanakan PTK seorang peneliti yang telah mempunyai perumusan masalah, maka langkah selanjutnya adalah menyusun HIPOTESIS TINDAKAN. Hipotesis disini dimaksudkan untuk memprediksi/menduga apa yang akan terjadi apabila kita(peneliti) telah melakukan tindakan. Apa kemungkinan hasil tindakan yang diberikan oleh peneliti. Hipotesis ini akan diuji saat peneliti melaksanakan dan mengamati proses tindakan. Hasil tindakan yang kita harapkan tentu saja seperti yang kita duga.
3.Prosedur pelaksanaan PTK
Prosedur yang lazim digunakan dalam pelaksanaan PTK adalah prosedur penelitian menurut Kemmis dan Mc Taggart (1988), yang menyatakan bahwa prosedur pelaksanaan PTK dapat dibagi menjadi 4 tahap yaitu:
a).perencanaan tindakan: merancang perangakat pembelajarn, alat dan bahan, sera kapan pelaksanaannya
b).pelaksanaan tindakan: dilakukan tindakan seperti yang direncakana dengan cara mencoba praktik pembelajaran tertentu.
c).Pengamatan: perekaman data yang terdiri dari proses dan hasil pelaksanaan tindakan.
d).refleksi : analisis mengenai proses, masalah dan hambatan yang dijumpai saat pelaksanaan tindakan.
4.Tindak lanjut Pelaksanan PTK
Dimaksudkan agar hasil PTk dapat bermanfaat bagi banyak pihak, maka perlu dilakukan publikasi dalam bentuk laporan, artikel, buku sebagai hasil PTK, agar bermanfaat untuk mempercepat peningkatan profesionalisme guru dan rekan-rekanya.
E. Menyusun Proposal dan Laporan PTK
Sebelum melakukan PTK, peneliti perlu menyusun proposal penelitian yang berfungsi sebagai penuntun dalam malaksanakan penelitian, dan sebagai dokumen perjanjian kontrak dengan pihak sponsor. Bagian yang perlu dicantumkan dalam proposal PTK adalah:
1.Judul penelitian
2.Bidang garapan
3.latar belakang
4.perumusan masalah
5.tujuan penelitian
6.manfaat penelitian
7.kajian pustaka
8.kerangka konseptual dan hipotesis tindakan
9.metode penelitian
10.persiapan partisipan
11.jadwal penelitian
12.personalia
13.pembiayaan
14.lampiran

Setalah pelaksanaan tindakan seorang peneliti harus membuat laporan penelitian yang mempunyai bagian-bagian sebagai berikut:

SISTEMATIKA LAPORAN PTK
BAB I PENDAHULUAN
A.Latar Belakang
B.Rumusan Masalah
C.Tujuan
D.Hipotesis Tindakan
E.Kegunaan Penelitian
F.Definisi Operasional

BAB II KAJIAN PUSTAKA
A.Kajian Pustaka (Menyesuaikan)

BAB III METODE PENELITIAN
A.Pendekatan dan Jenis Penelitian
B.Setting Penelitian
C.Prosedur Penelitian
D.Instrumen Penelitian
E.Teknik Pengumpulan data
F.Analisis Data
G.Pengecekan Keabsahan Data
BAB IV HASIL PENELITIAN
A.Hasil penelitian siklus 1
B.Hasil penelitian siklus 2
C.Hasil penelitian siklus 3
BAB V PEMBAHASAN
(disesuaikan)

BAB VI PENUTUP
A.Kesimpulan
B.Saran
DAFTAR RUJUKAN
LAMPIRAN

F. Penutup
Penelitian Tindakan Kelas merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan profesionalisme guru . Disarankan guru mau dan dapat mencoba dan melaksanakan PTK di sekolahnya masing-masing untuk meningkatkan kualitas kinerjanya.khususnya dalam pelaksanaan penelitian kerjasana ini, sekiranya melalui PTK Kita TIM Peneliti dapat menemukan konsep dan model pembelajaran Sains Berbasis kepulaian yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi lingkungan kita.

Daftar Pustaka
Depdikbud. 1999. Bahan Pelatihan PTK. Jakarta: DepdikBud, Dirjen Dikdasmen,Dikmenum
Kasihani Ke. Suhadi Ibnu. 1998. Penelitian Tindakan Kelas, Makalah disajikan bagi dosen PGSD IKIP Malang dan Guru SD kota Malang
Stringer, E.2004. Action Research in Education. Columbus: Perason, MenviPrentice Hall
Susilo, H. 1995. Penelitian Tidakan:Apa dan Mengapa.Makalah disajikan dalam seminar FPMIA. IKIP malang, 2 februari 1995
Tim PGSM.1999. Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) Bahan Pelatihan Dosen LPTK dan Guru Sekolah Menengah. Jakarta: Proyek PGSM, Dikti

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar